Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gagal bayar pinjol? Perhatikan tips berikut agar siap menghadapi penagihan



Pinjaman online atau disingkat pinjol merupakan kegiatan yang diminati beberapa masyarakat di era digital ini. Selain dana bisa cair dengan cepat, prosesnya pun terbilang cukup mudah. Sehingga banyak orang terlena untuk meminjam uang secara online tanpa mempelajari resiko yang akan didapatkan.


Salah satunya adalah bunga yang cukup besar. Jika penggunanya tidak bisa mengembalikan uang tepat waktu, maka bunga tersebut akan semakin membengkak dan disertai dengan denda setiap harinya. Hal ini dapat memicu rasa cemas hingga membuat kondisi diri menjadi stress.


Menurut Hening Widyastuti, selaku Psikolog Sosial. Beliau menjelaskan tentang hal buruk yang bisa terjadi kepada para pengguna layanan pinjol seperti jadi sangat panik, gelisah, dan bingung. Bahkan, akal sehat dari peminjam pun tidak bisa berjalan dengan baik.


Para pengguna jasa pinjol akan lebih tertekan ketika mereka gagal membayar pinjaman tepat waktu dan mendapat ancaman dari para debt collector.


Untuk menghindari kecemasan yang berlebihan ketika gagal membayar pinjaman online, perhatikan langkah-langkah berikut:





1.  Kuatkan mental


Memutuskan untuk melakukan pinjaman secara online, berarti anda harus siap dengan segala konsekuensi yang terjadi jika anda gagal membayar seperti penagihan yang dilakukan secara massive oleh debt collector, menagih pada kontak darurat (kondar) yang anda gunakan ketika proses peminjaman, penyebaran data-data pribadi anda, hingga data anda diblacklist sehingga dikemudian hari anda tidak bisa melakukan pinjaman lagi.


Perlu diketahui, penyebaran informasi pribadi anda hanya akan dilakukan oleh perusahaan pinjaman online yang ilegal atau tidak terdaftar OJK. Sedangkan, untuk perusahaan online legal, OJK sudah membatasi yaitu hanya boleh mengakses 'camilan' (camera, mikrofon, dan location). Maka pastikan jika anda meminjam pada apliksi yang sudah berijin OJK. 



2. Jangan hiraukan pesan/telfun dari debt collector


Ketika anda gagal membayar pinjaman online tepat waktu, anda akan diberondong pesan dari debt collector. Pesan tersebut terbilang cukup kasar sehingga ketika anda terus-terusan membaca pesan tersebut, maka anda akan merasakan ketakutan dan rasa marah yang berlebihan.

Jadi, cukup balas sekali saja, katakan jika anda belum mempunyai uang untuk membayar pinjaman anda. 


3. Kirim pesan pada semua orang di contact hp anda untuk tidak menghiraukan pesan tentang pinjaman anda


Penyebaran informasi tentang anda pada seluruh orang di contact hp anda umumnya hanya dilakukan oleh pinjaman online yang ilegal, akan tetapi ada juga beberapa pinjaman online legal yang melakukan pengancaman dengan hal yang sama. 

Seperti contoh kasus yang dialami mawar. Ketika dia gagal melakukan pembayaran pinjaman online, debt collector mengirim pesan kepada semua orang di contact hp mawar tentang gagalnya mawar membayar pinjamannya. Hal ini dilakukan agar mawar malu dan dijauhi oleh teman-temannya. 

Kasus seperti ini tidak akan terjadi jika kita sudah mengantisipasi terlebih dahulu dengan memberitahu semua orang tentang pengihan tersebut. Jika anda tidak ingin merasa malu, maka karang saja cerita kalau pesan itu hanya penipuan yang mengatasnamakan anda.


4. Hadapi debt collector lapangan dengan cerdas


Kedatangan debt collector tidak seharusnya dihindari, apalagi sampai ditolak. Melainkan, sambut penagih utang dengan sopan sembari menanyakan identitas mereka. Perlu anda ketahui, Para penagih utang harus memiliki sertifikasi APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia). Hal tersebut bertujuan agar debt collector mampu menunjukkan bukti aktivitas profesi yang sedang dilakukannya tersebut.


Selain itu, anda juga harus menjelaskan alasan keterlambatan pembayaran dengan baik. Katakan jika anda belum mempunyai uang untuk membayar hutang anda. Yang terpenting, jangan pernah menjanjikan kapan anda akan membayar hutang anda. karena jika anda tidak menepatinya, maka proses penagihan terhadap anda akan semakin rumit.


Yang terpenting, mintalah surat kuasa dari perusahaan tempat anda meminjam, jika debt collector memaksa untuk menyita barang-barang di rumah anda. Selain surat kuasa, Anda juga perlu melihat adanya sertifikat jaminan fidusia saat terjadi aktivitas penyitaan barang. Jika mereka tidak mampu menunjukkan surat kuasa dan sertifikat tersebut, maka anda berhak menolak penyitaan barang.


5. Hanya membayar uang pinjaman anda melalui aplikasi


Jika anda sudah merasa mempunyai uang untuk membayar atau mencicil hutang pinjaman online, anda hanya harus membayarnya melalui aplikasi yang anda gunakan. Jangan membayar atau mencicil hutang anda melalui debt collector lapangan yang datang ke rumah. Hal ini untuk menghindari permasalahan jika debt collector tersebut tidak amanah dan menggunakan uang anda untuk keperluan lain.


6. Bayar saja hutang inti tanpa bunga


Rasa cemas ketika tidak bisa membayar pinjaman online tentu dirasakan semua orang. Apalagi semakin lama anda telat membayar, bunga dan denda akan semakin membengkak. Tetapi, anda bisa meminimalisir rasa cemas itu hanya dengan fokus terhadap pinjaman inti anda. Misal anda meminjam sebesar Rp 1000.000,- maka fikirkan untuk membayar sebesar itu saja. Karena jika anda sudah berhasil membayar inti hutang anda, nama anda tidak akan dimasukkan list BI checking.

Beberapa perusahaan pinjaman online juga hanya akan menagih hutang inti anda ketika anda memang benar-benar tidak bisa membayar dalam waktu maksimal 90 hari jatuh tempo. 



Posting Komentar untuk "Gagal bayar pinjol? Perhatikan tips berikut agar siap menghadapi penagihan"